The beauty of Aceh

Bulan juni lalu, bertepatan dengan ramadhan 2016 saya dan keluarga memiliki kesempatan berkunjung ke Aceh.
Walaupun bertepatan dengan bulan puasa, tidak bisa bebas makan atau minum, tidak menyurutkan niat saya untuk berlibur dan berwisata menikmati indahnya ujung barat Indonesia.
Motivasi utama saya berkunjung ke Aceh adalah ingin menginjakkan kaki di pulau sabang, ujung pulau nya Indonesia (KM 0)

Perjalanan saya pagi itu dari Halim Perdanakusuma memakan waktu 2 jam 30 menit diatas langit. melewati pulau sumatra dan hamparan laut yang luas.



Sesampainya di Aceh, saya dan keluarga langsung memesan hotel di kota Banda Aceh, hotel Mekkah, salah satu hotel tertua di kota Aceh. setelah istirahat sebentar, saya langsung meluncur ke Universitas Syiah Kuala untuk menghadiri acara kedua orangtua saya. Sembari menunggu kedua orang tua saya rapat, saya meminta supir untuk memutari kota Aceh yang katanya tidak terlalu besar sekali. 
Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Museum Tsunami Aceh. Gedung museum disini sangatlah modern dan menyenangkan. Tiap ruangan museum di desain benar-benar merepresentasikan kejadian Tsunami Aceh 2004 silam. Seperti adanya lorong yang terdengar gemuruh gempa dan tsunami saat itu, disertai percikan percikan air dari dinding dinding tembok. Lalu ada pula ruangan berdoa yang berbentuk lingkaran dikelilingi ratusan bahkan ribuan nama dari korban meninggal saat itu. Terdapat pula mini bioskop untuk menyaksikan film pendek dokumenter tentang Tsunami Aceh 2004. Museum yang dirancang oleh bapak Ridwan Kamil (Walikota Bandung) ini berhasil menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan bernostalgia didalam museum ini. 



Setelah keliling seharian penuh di Kota Banda Aceh dan mengunjungi banyak sekali museum juga tempat wisata lainnya, keesokan harinya saya dan keluarga menyebrang ke pulau Sabang. Dengan menaiki kapal ferri express selama dua jam, saya sudah tiba di pulau sabang. di Pulau sabang kami menginap di hotel Nagoya Inn, dan di Casanemo Resort.


(Kapal Ferri Express menuju Pulau Sabang)


(landmark Kota Sabang)

(Pantai Sumur Tiga)




Salah satu cita cita saya ingin ke Pulau Sabang adalah, karena saya ingin menginjakkan kaki di kilometer 0 nya Indonesia. Tempat segala hal dimulai, katanya. 
Saat itu sedang ada pembangunan menara dan perbaikan jalan, jadi jalan yang kami lalui sangat rawan kecelakaan karena jalan menuju KM 0 ini sangatlah kecil dan dipinggir jurang. Angin berhembus dengan sangat kencang. 

(Pantai di Pulau Iboih)
Salah satu keunikan Pulau sabang adalah, masih ada pantai dan pulau di dalam pulau. sangat banyak sekali pulau pulau kecil yang jika kita liat dari jauh masih sangat indah dan menawan. Saya dan keluarga menyewa kapal kayu dengan kaca pembesar untuk melihat dasar laut yang jernih dan ikan ikan yang bebas berkeliaran. Kita juga dapat melihat berbagai macam batu karang yang masih alami.



Sepanjang lautan menyusuri pinggiran pulau sabang, terdapat banyak sekali pantai dan resort yang disewakan untuk turis turis yang berdatangan. Bagusnya lagi, setiap pantai itu tidak dapat dengan sembarangan di singgahi, karena akan dikenakan tarif menginap jika ingin bersinggah dengan kapal. 

Setelah puas berkeliling 2 hari di pulau sabang, saya kembali ke Aceh. Pada hari ke empat, saya menyusuri aceh barat dan mengunjungi museum aceh.


Alhamdulillah sebelum pulang, sempat mampir ke masjid baiturrahman yang sangat megah dan indah. Masjid ini sedang menjalankan renovasi besar besaran di halaman depannya, jadi seperti foto dibawah, kita hanya dapat melihat dan memoto bagian masjid dari depan, karena bagian halaman dan menara masjid ditutup untuk proyek pembangunan.



(Museum Kapal PLTO Apung)
salah satu tempat bersejarah di Aceh akibat Tsunami 2004 yang wajib di kunjungi.

Akhirnya perjalanan 4 hari saya selesai, dan harus kembali ke Jakarta sore itu, Namun Aceh (Terutama Pulau Sabang) sangatlah memberi kesan indah yang melekat di hati dan pikiran. So, buat kamu yang belum pernah bepergian sejauh ini di Indonesia sendiri, negerimu sendiri, maka mulailah mencari keindahan keindahan tersembunyi lainnya di Indonesia. 


Melihat betapa luasnya Indonesia membuat saya bersyukur dapat terlahir di negeri yang kaya akan keindahan alam dan budaya ini. melangkahkan kaki ribuan mil jauhnya, ke luar negeri sekalipun, Keindahan Indonesia memang tiada taranya. 



SALAM PARIWISATA!


Comments