Eksotisme Candi-Candi di Jogja

Halo!
kali ini saya akan menceritakan perjalanan eksotis yang saya lakukan pada tanggal 15 Oktober 2016 dengan mengelilingi 3 candi di kawasan Prambanan-Borobudur.

Pada pukul 08.00 WIB saya dan teman teman berkumpul di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada untuk melakukan kuliah lapangan matkul Sejarah dan Kebudayaan. Setelah menungu hingga 15 menit kemudian, sudah berkumpul semua anak-anak sekelas, kami berangkat melalui jalan Ring Road utara menuju jalan solo. Tujuan pertama adalah candi Sambisari.

Candi Sambisari

Candi yang terletak di  Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi tujuan kuliah lapangan pertama kami. Setelah di bagi dalam beberapa kelompok, kami bergantian memasuki ruang informasi yang ada di sebelah kiri loket masuk. Sambil menunggu giliran kelompok, saya melihat-lihat keadaan sekeliling saya sambil mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenang-kenangan.
 



Candi Sambisari
Salah satu keunikan Candi Sambisari ini sendiri karena letaknya yang berada dibawah tanah seperti gambar diatas, jadi dari pintu masuk utama, kita harus turun kebawah untuk mencapai area Candi. Konon katanya Candi ini di juluki sebagai "Candi yang berselimut Abu Vulkanik" karena pada zaman dahulu kala tenggelam dalam abu vulkanik sang merapi.

Candi Sojiwan
Candi Sojiwan
Candi kedua yang dikunjungi adalah candi Sojiwan. Candi Sojiwan adalah salah satu candi yang kalau orang awam seperti saya, terlihat seperti mini-nya Prambanan. Candi ini memiliki ruang di dalamnya (saya lupa sebutan istilahnya dalam sejarah), yang menjadi tempat penyembahan para dewa. Candi Sojiwan merupakan Candi perpaduan antara hindu dan Budha. Letak Candi Sojiwan sendiri berada ditengah-tengah pemukiman warga. Jalan masuk ke Candi Sojiwan ini sangat banyak sebenarnya, jadi harus pintar-pintar cari jalan yang sesuai dengan besar kendaraan, dan jaraknya.


Disekitar candi sojiwan terdapat banyak pugaran-pugaran puing candi yang masih diletakkan begitu saja di tanah karena belum selesai di susun ulang setelah gempa pada 2006. Candi Sojiwan ini juga memiliki atraksi lain didalamnya seperti Museum Arsitektur Candi yang menyimpan sejarah-sejarah pembangunan candi di kawasan Prambanan-Borobudur. Kompleks Candi Sojiwan ini sendiri sudah sangat tertata rapi dengan susunan rerumputan dan pohon-pohon yang cantik dan sangat nyaman untuk duduk-duduk di depannya.



Candi Barong
Terakhir kami ke Candi Barong. Candi Barong termasuk candi yang terletak di dataran tinggi (dibawahnya Candi Ijo). Karena kami sampai menjelang sore, maka sunset di Candi Sojiwan terlihat sangat menawan dan indah.
Saat memasuki kawasan Candi, saya menemukan sebuah tulisan "Di atas Bukit Batur Agung, di tenggara Keraton Ratu Boko, sebuah kompleks percandian berdiri, tempat petani memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Hiasan kala barong yang tersenyum di tiap sisi candi adalah ciri yang membuatnya menarik dikunjungi."
Hingga kini saya masih menerka-nerka apa arti, maksud dan tujuan dari tulisan tersebut hingga dipasang didepan kawasan Candi Barong ini. 
Sunset di Candi Barong
Menurut dosen sejarah saya, Bapak Cerry Surya, Candi ini dinamakan Candi Barong karena adanya hiasan Kala berbentuk Barong didepan Candinya yang di percaya sebagai penjaga kesucian candi itu sendiri. Ternyata pembangunan dan peletakan Candi ini pun juga memiliki filosofi yaitu arah letak candi yang menghadap ke Barat yang berarti tempat kita menyudahi hari, agar kita selalu ingat, bahwa didalam hidup akan selalu ada akhir, karena hidup manusia tidaklah kekal.
Di Candi Barong kami berhenti lumayan lama karena mengobrol dan sharing bersama mengenai perjalanan hari itu.
Foto bersama sekelas di Candi Sojiwan

Keindahan langit sang maha kuasa tiada duanya
Akhir perjalanan hari itu kami tutup dengan berdoa bersama dan pulang ke rumah masing-masing. Sungguh perjalanan sejarah yang manis dan indah.Buat kamu yang ingin mengintip keindahan kekayaan alam dan budaya Indonesia, inila caranya, dan nikmatilah Indonesia-mu selagi mampu:)

Salam Pariwisata!

Comments