Pemberdayaan Masyarakat



Kalimat Pemberdayaan Masyarakat sudah sering kita dengar beberapa dekade belakangan ini. Pemberdayaan sendiri diambil dari kata Power yang berarti kekuatan dan mengacu pada kata Empowerment yang berarti menguatkan. Pemberdayaan Masyarakat sendiri kemudian dapat diartikan sebagai Upaya yang bertujuan untuk meningkatkan daya kepada masyarakat yang membuthkan.
Namun perlu di garis bawahi bahwa tidak semua kegiatan yang ‘menguatkan’ dapat disebut sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Apa yang disebut pemberdayaan yaitu saat kita mampu memberikan edukasi dan hal-hal yang bersifat sustain atau berkelanjutan. Bukan hanya suatu hal yang jika diberikan maka akan langsung habis seperti makanan, barang, atau uang.
Pada ilmunya, Pemberdayaan itu sendiri dibagi menjadi 3 pilar.
1.      Pemungkinan (Enabling)
Pemungkinan yang dimaksud adalah tahap dimana sebuah lokasi khususnya Desa Wisata belum menyadari potensi yang mereka miliki yang seharusnya dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan. Pemungkinan dari potensi ini tentunya harus di kembangkan untuk memberikan pemberdayaan terhadap masyarakat. Pemungkinan ini bisa dilakukan dengan memberikan workshop atau diskusi bersama dengan masyarakat setempat mengenai potensi yang belum mereka sadari
2.      Penguatan (Strengthening)
Penguatan dimaksudkan terhadap tahap dimana sebuah lokasi khususnya Desa Wisata sudah menyadari potensi yang mereka miliki dan sudah memulai pengembangan produk atau daya tarik wisata nya. Namun pengembangan ini tentunya perlu penguatan dari pihak luar untuk menguatkan ke-khas-an produk atau daya tarik wisata di dalamnya. Penguatan ini  bisa dilakukan dengan bantuan Branding terhadap produk yang dimiliki oleh desa wisata. Selain itu pula, masyarakat dapat dibantu untuk melakukan promosi untuk meningkatkan daya jual dan mendorong daya beli dari turis.
3.      Perlindungan (Protecting)
Perlindungan sendiri adalah tahap terakhir dimana sebuah lokasi Desa Wisata sudah mencapai tahap sempurna pada prosesnya dan membutuhkan perlindungan dari berbagai aspek dan pihak untuk mendukung produk maupun daya tarik yang dijualnya. Sebagai contoh, adanya produk makanan khas Kulon Progo di Yogyakarta yaitu Geblek, yang sudah memiliki potensi dan terkenal sebagai produk khas Kulon Progo, perlu diberi Perlindungan hak cipta dan perlindungan lainnya untuk menetapkan bahwa produk tersebut adalah asli milik warga Kulon Progo setempat dan tidak punah dengan berjalannya waktu.

Ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi pada Pemberdayaan Masyarakat ini. Kita harus mengetahui dimana posisi dan letak desa wisata tersebut pada Pilar Pemberdayaan agar pengembangan dan pemberdayaan yang dilakukan itu sendiri pun dapat berjalan secara maksimal.

Beberapa prinsip Pemberdayaan Masyarakat:
1.      Kepemimpinan
2.      Kemitraan
3.      Patungan yang di bagi sama rata
4.      Keswadayaan (Seikhlasnya)

Comments