Why I Vlogging?

Beberapa waktu belakangan ini saya memiliki hobi baru, membuat video dan mengeditnya. Khususnya video travelling atau Travel Vlog. Beruntungnya, memang beberapa waktu belakangan ini saya sedang banyak kegiatan jalan-jalan yang dapat diabadikan dalam sebuah Vlog. 

Berawal dari keinginan memiliki kamera mirrorless yang lebih kecil dan cenderung mudah dibawa kemana-mana saat jalan-jalan, saya menabung dengan uang yang saya miliki dan akhirnya diberikan tambahan pinjaman dari ayah saya untuk membeli kamera pada September 2017. Kamera mirrorless Canon M-10 yang kalau ayah saya bilang, sekalian hadiah ulangtahun saya yang ke-19 waktu itu. Berawal dari memiliki kamera itu, saya bertekad untuk menggunakannya sebaik mungkin.Selain itu saya ingin youtube channel saya memiliki isi dan tidak kosong melompong.
Kebetulan pada bulan Oktober 2017 saat itu saya memiliki kesempatan pergi ke Pulau Bawean. Mulailah saya membiasakan diri saya membuat vlog dan berbicara didepan kamera. Turns out, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Memegang kamera saja mudah, namun membuat percakapan dengan kamera yang adalah benda mati, dan harus berbicara layaknya berbicara kepada teman, itu tidak mudah. Ditambah terkadang malu harus 'ngobrol' dengan kamera di depan banyak orang. Namun perlahan-lahan saya menyukainya. 

Dari vlog pertama saya di Bawean, saya mendapatkan beberapa kritik, masukan dan saran dari sahabat-sahabat terdekat saya. Akhirnya saat bulan Desember saya berkesempatan untuk pergi ke Belitung, saya kembali mengasah kemampuan saya terutama dalam editing video. Jika dibandingkan dengan vlogger-vlogger ternama, saya bahkan merasa bukan apa-apa. Editan saya masih sangat amatir. Namun tiap kali perasaan dan pikiran negatif menghantui, saya selalu menanamkan pikiran kedalam diri saya, mengingat kembali kenapa saya membuat vlog. 

"Hanya iseng saja, cuma untuk asik-asikan"
"Biar bisa mengabadikan momen"
"Biar produktif"

dan sederet alasan lainnya yang membuat saya terus dan tetap senang menjalani apa yang saya lakukan. Intinya bukan dilihat banyak orang, paling tidak mendapat apresiasi melalui hal yang saya cintai. 

Comments