Mengikuti Passion atau Yang Penting Kerja?

Menjelang lulus dari sebutan "Mahasiswa" biasanya kita dihadapkan pada 2 pilihan, lanjut studi atau langsung bekerja. Beberapa memilih salah satunya, dan beberapa melanjutkan keduanya. Semuanya adalah pilihan yang baik, dan tidak salah. Masing-masing orang tentu memiliki pilihan dengan banyak pertimbangan didalamnya. Aku salah satu yang memutuskan untuk menjalani keduanya, bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan. Pun, masing-masing pilihan memiliki tantangan dan konsekuensinya.

Kalau yang memilih bekerja saja, mungkin memang akan lebih cepat jenjang karirnya, namun untuk pendidikan masih belum sama dengan teman-teman yang lain yang memilih melanjutkan pendidikan. Kelebihannya, mereka bisa saja mendapatkan banyak pengalaman di dunia kerja yang tentu jauh berbeda dengan perkuliahan.
Untuk yang memilih melanjutkan studi terlebih dahulu, tentunya akan dapat menyusun karir lebih matang dengan gelar barunya yang lebih tinggi. Selain itu, dapat lebih menikmati kehidupan dan lingkungan yang ada di sekitarnya, tidak terbebani kewajiban selayaknya mereka yang bekerja.
Nah, berbeda pula dengan yang memilih menjalankan keduanya secara sekaligus. Lelah dan pusing? tentu! Dengan beban pekerjaan dan kewajiban yang harus diselesaikan, berbarengan dengan adanya tugas-tugas kuliah dan berbagai macam ujiannya (UAS, UTS, hingga praktek). Namun memang kelebihannya, dapat menjalankan kedua peran ini secara berbarengan membuat kita bisa merasakan progres pada keduanya. Pendidikan berlanjut, karir juga melangkah maju. 
Namun kembali lagi, bahwa setiap pilihannya apapun itu memiliki konsekuensinya masing-masing. Tidak ada yang salah dari semua pilihan tersebut. 

Kemudian jika membahas salah satu kegalauan saat menjelang lulus, salah satunya juga mengenai pilihan 'mengikuti passion' atau 'yang penting kerja'. Sesuai judul di tulisan ini, biasanya fresh graduate  memang banyak bimbang akan banyak hal menjelang lulus. Bahkan banyak yang masih sangsi dan meragukan jurusan yang selama ini diambil, sudah sesuaikah dengan minat dan passion? sudah sesuai yang di cita-citakan belum?
Lalu setelah lulus harus bagaimana? Mau lanjut kuliah sesuai passion atau kerja aja dulu biar tau dunia kerja sesungguhnya?
Dan segudang pertanyaan lainnya yang kerap kali kita sampaikan ke diri kita sendiri. Hayoo ngaku, siapa yang begini?

Well, welcome to adult life for real!

Menjadi dewasa adalah saat setiap pilihan yang kamu pilih sudah bukan lagi tanggung jawab orang lain, atau hanya setengah tanggung jawabmu. Menjadi dewasa adalah saat seluruh tanggung jawabmu adalah sepenuhnya berada dalam kontrol diri sendiri.
scary isn't it? 

Buatku sendiri, keduanya harus seimbang, karir dan pendidikan adalah dua hal yang harus bisa dikejar di waktu yang bersamaan. Tapi, bagaimana?
Well, saat ini sih selama keduanya masih bisa dilakukan secara bersamaan, ya jalani saja. Tidak perlu dipilih. Nanti, saat waktunya tepat, tentu akan ada jawabannya. Nanti, saat keduanya sudah sama-sama serius, pasti akan ada fase dimana tentunya harus memilih kembali. Karir dan pendidikan, atau pilihan-pilihan lainnya akan kembali lagi pada pertanyaan, "Prioritasnya apa dulu?"

Jika saat ini pendidikan masih menjadi prioritas, well lakukanlah pendidikan sebaik mungkin. Jika bekerja dan karir dengan segudang tantangannya merupakan prioritas di hidupmu, maka bekerjalah sebaik mungkin. Pada akhirnya, keduanya akan menemukan keseimbangannya masing-masing. Pada akhirnya, setiap pilihan-pilihan yang kita pilih tentu akan menemukan keseimbangan pada jawaban-jawaban yang akan muncul tepat pada waktunya.


Jadi gimana? masih bingung kah?



Comments