Well, Corona Happen

Tahun 2020
Katanya akan jadi tahun yang menyenangkan karena angka cantiknya, akan jadi tahun yang dengan segala ambisi yang tertulis, kemudian menjadi nyata. Tahun 2020 diharapkan dengan segala kedatangan baiknya di akhir tahun 2019 lalu.

Buatku, 2020 dimulai dengan baik. Walau mengingat tanggal 2 Januari 2020 lalu dilalui dengan hampir bermalam di Bandara Soekarno Hatta dengan setumpuk koper menunggu taksi atau kendaraan apapun yang mau membawa kami sekeluarga pulang. Awal tahun ini Jakarta di berkahi hujan deras dan banjir dimana-mana hingga beberapa ruas jalan ditutup, hingga transportasi umum tertunda, hingga tol dibuat gratis. Awal tahun di Jakarta memang ada-ada saja kejutannya.

Banyak hal yang terjadi di awal tahun ini. Perubahan peraturan pemerintah, demo, banjir, kebakaran hutan Australia, dan wabah Corona. Well, mungkin itu yang akan menjadi topik tulisan kali ini. Siapa yang akan menyangka wabah Corona yang berawal di Wuhan itu akan sampai juga di Indonesia dan menjadi 'Pandemic Global Viruses'. 

Tentu bukan hanya aku yang sudah merencanakan berbagai perjalanan dan petualangan seru untuk tahun 2020. Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi yang sudah aku damba-dambakan untuk segera dicoret dari 'Bucket List' milikku. Hingga wabah Corona menyebar luas di Indonesia mulai akhir Februari, dimana banyak orang yang sudah mulai merasakan dampaknya dan memakan korban jiwa. Memasuki Maret, senangnya bukan main akhirnya semakin mendekati tanggal yang dinanti-nanti, akhirnya akan bertemu Labuan Bajo yang sudah sangat dinanti.

Segala persiapan sudah disiapkan dengan sebaik-baiknya. Mulai dari memilih paket trip yang paling worth it, waktu yang sesuai, objek daya tarik wisata yang dikunjungi, mencari tour planner terbaik yang bisa menyiapkan segala keinginan, mencari penginapan, hingga booking tiket pesawat. Semua sudah siap, tinggal jalan aja. Tapi tuhan berkehendak lain, pemerintah mempunyai aturannya sendiri yang tidak bisa ditolak atau tidak dihiraukan.

Labuan Bajo di Tutup, seluruh aktivitas Pariwisata dihentikan. 
H-4 sebelum keberangkatan, info yang datang bagai petir yang datang di siang hari. Sakit hati? oh tentu. Kecewa? Jangan ditanya. Semua perasaan sedih berkecamuk hingga tak tau harus melampiaskannya bagaimana lagi. Sirna sudah impian weekend sailing di Labuan Bajo, tracking di Pulau Padar, bertemu pasir pink di Long Beach, dan segala agenda yang sudah direncanakan.

Alasan utamanya, tentu saja Corona.

Oh Corona, aku benar-benar membencimu.

Kejadian ini membuatku sadar, aku mungkin hanya satu orang yang dirugikan karena harus reschedule jadwal trip, refund tiket pesawat, dan lain sebagainya. Namun bagaimana dengan para pelaku pariwisata yang benar-benar mengharapkan bisnisnya bergerak dari pariwisata?
Penjual makanan, penjual souvenir, penyewa kapal sailing, tour guide & trip planner, dan berbagai macam pekerjaan lainnya yang juga terkena dampak Corona ini.
Wabah Corona ini benar-benar menghantam seluruh bisnis dan berbagai aspek kehidupan dari berbagai level. Satu-satunya yang aman? Mungkin bisnis Farmasi dan Kesehatan, dan orang-orang yang bekerja didalamnya.
Banyak aspek yang terkena dampak Corona hingga ke lapisan terdalam, PHK dimana-mana, ancaman bisnis bangkrut juga semakin nyata.

Corona, semoga kamu cepat berlalu. Semoga semuanya lekas membaik. Semoga aku lekas bisa mengunjungi Labuan Bajo tentunya. 

Comments