Once upon an Internship

Better late than never, right? 

Walaupun ini cerita perjuangan dan perjalanan magang satu tahun yang lalu, but it's worth to write about because all the lesson and memories i've got. So here it is.... 


Mungkin beberapa orang terdekatku sudah tau, perihal gagal magang di Malaysia pada awal tahun 2019 lalu. Pulang ke Indonesia dengan kegalauan setengah mati karena harus mengulang tugas akhir dari awal, dan belum mempunyai tempat magang sama sekali. Magang adalah sebuah kewajiban di jurusanku waktu itu. PKL kita menyebutnya, atau Praktek Kerja Lapangan. Sebagai anak Vokasi, tentu magang adalah makanan wajib yang selalu ditemui tiap tahunnya. Magang pertama dan kedua biasa disebut OJT, sedangkan magang akhir untuk observasi Tugas Akhir dinamakan PKL. 

3 Januari 2019 
Pulang ke Jakarta dengan perasaan campur aduk, but mostly i feel like i was a failure- back then. Disaat teman-teman sejurusan waktu itu ada yang sudah mulai magang, atau bahkan sudah menyelesaikan bab 1 dan bab 2, aku bahkan belum tau mau magang dimana. Butuh waktu satu minggu untuk akhirnya bangkit dari kegagalan itu setelah beberapa hari meratapi nasib. 
Rasanya, saat menulis ini saat ini, satu tahun lebih kemudian, rasanya ingin bilang pada diriku waktu itu, "you should know that what happen to you today leads you to another journey, don't get too sad on one thing that's not yours" 

Setelah mencoba beberapa lamaran magang, akhirnya melalui sebuah koneksi kenalan, beliau memperkenalkanku pada sebuah Event management di Jakarta. 
Akhirnya dengan modal berani dan pengalaman event ala anak kampus, mencoba memberanikan diri datang ke kantornya dan melakukan wawancara. 
Gladly, hari itu juga pemilik Event Management yang wawancara langsung nanya, "Kapan bisa mulai magang?" 

As the times goes by, magang di sebuah Event Management has it's own journey and privilages i guess. Di minggu-minggu awal, kerjaanku sebagai anak magang masih liat, dengerin, observ, perhatiin yang dikerjain tim dan crew. Ikut ke event-event yang sedang dijalankan, cuma sebagai penonton dan observant. 

Event pertama yang aku datangi di hari ketiga magang adalah event besar besaran sebuah e-commerce yang sedang naik di Indonesia. Malam itu adalah malam puncak yang mengundang beberapa artis besar seperti Project Pop dan GAC. Sempet buat instastory acara malam itu, dan langsung dapat komentar dari beberapa temen-temen lainnya yang sedang sama-sama magang, 

"Ini magang kamu la? enak banget sih nonton konser"  ah, rasanya ingin bilang "You have no idea what i've been through" But then again, not all those people have to understand and knowing that. 

Setelah satu bulan pertama mencoba mencari tahu berbagai sudut pandang, gimana sebuah event management bergerak, dan mencoba memahami struktural ataupun cara kerja kantor. What a ride. 
Selayaknya kerja di sebuah Event Management, tentunya ikut partisipasi dalam event-event yang sedang berlangsung, berusaha ambil peran dan belajar banyak didalamnya. How to handle client, how to present a proposal, how to arrange and meet up with client needs, and so on. Malam malam penuh dengan brainstorming, rapat hingga larut, baru keluar kantor jam 9 atau jam 10 malam adalah makanan sehari-hari anak Event. 

       
Review proposal
Brainstorming
Bersyukurnya aku waktu itu, bertemu dengan orang-orang yang tidak  pelit sama sekali dengan ilmu yang mereka miliki. Mau berbagi dan mengajari, menjawab apa saja pertanyaan-pertanyaan yang aku ajukan. Bahkan supervisor waktu itu, ikut membantu banyak perihal pembuatan judul dan merancang Tugas Akhir. 






Dibalik segala lelahnya, tentu ada banyak cerita dan tawa ataupun tangis yang melengkapi 4 bulanku disana. Saat teman-teman lain sudah menyelesaikan magang dan fokus pada Tugas Akhir, aku masih harus menyelesaikan satu bulan terakhir magangku. Saat teman sejurusan sudah ada yang sidang, aku masih menyusun 2 bab pertama. Saat temanku sudah menyelesaikan magangnya terlebih dahulu, aku baru menemukan judul ke-7 yang kuajukan kepada dosen pembimbing waktu itu. 

Magang yang tidak pernah aku pikirkan akan menjadi topik tugas akhirku, magang yang aku benar-benar belum ada persiapan, belum tau akan mengambil data apa, tapi akhirnya bisa kuselesaikan juga. 

Selama magang, banyak sekali relasi dan koneksi baru, kenal teman-teman event yang memiliki banyak latar belakang berbeda, praktisi event yang sudah puluhan tahun berada di dunia event dengan segudang pengalamannya, dan tentunya keluarga baru di kantor. I never regret any of those decision and journey. I might failed on other things back then, but what i got after that is beyond words. 

And here's some photos of some event that i joined back then on my internship days.... 







Comments