Cerita Travelas #1

 Well, so here it is


Sejak dahulu berkuliah di jurusan pariwisata, aku sangat ingin mempunyai bisnis travel. Walaupun saat itu benar-benar belum tau harus memulai dari mana, bagaimana teknisnya, dan hal-hal detail lainnya. Berbagai kegiatan atau event untuk membuat bisnis bagi pemula, atau mengenai travelpreneur seringkali aku ikuti untuk menambah wawasan. Ini tentang sebuah mimpi yang sudah lama sekali ingin di wujudkan, hingga akhirnya di tahun 2020 ini sudah bisa terealisasi. Memang, baru kecil dan masih meniti jalan yang panjang. Tapi setidaknya sudah ada. Berawal dari percakapan random dengan seorang teman, hingga akhirnya perlahan-lahan kami sepakati, serius untuk menjalankan ini, hingga menjadi sebuah nama yang kami doakan selalu. 

Dia ada dan akhirnya bisa lahir ke dunia ini pun aku sangat senang. Perkenalkan, namanya Travelas. Dan ini chapter pertamanya di blog-ku. 


Travelas Indonesia

Namanya Travelas, perusahaan travel yang aku harapkan akan panjang umurnya dan sukses kedepannya. Ide ini berawal dari obrolan-obrolan, hangout-hangout antara aku dan Aldo, di sela-sela waktu bekerja kami. Sejak September 2019, aku dan Aldo beberapa kali bertemu untuk sekedar makan, nonton, ngobrol, setelah jam kerja kantor atau after office hours. Dari obrolan-obrolan itulah seringkali kita sharing mengenai banyak hal. Kehidupan perkantoran, Jakarta, Jurusan pariwisata, rencana kedepan, sampai mimpi-mimpi kita.

Pada pertengahan bulan Juli, Aldo tiba-tiba saja menelfon siang hari menuju sore. Aku ingat, saat itu sedang WFH (Work From Home) dan quarantine ditengah pandemi yang sedang melanda. 


"La, gue kepikiran pengen bikin bisnis deh pariwisata gitu. Nah, gue kan tau lo orangnya juga mau punya bisnis juga.." 

Di awali dari kalimat ajakan Aldo tersebut, akhirnya dimulailah bisnis ini. 

Terhitung sejak Juni hingga bulan Juli, kami seringkali bertemu, telfon, video call, dan bertukar pikiran melalui whatsApp. Hingga akhirnya muncul juga nama brand yang kita sepakati, Travelas. 

Setelah nama muncul, kita mencoba merancang logo, mengerucutkan kembali apa saja rencana kedepan, hingga memikirkan kapan akan launching Travelas kepada teman-teman dan lingkungan sekitar. 

Jujur, deg-deg an. Banyak hal yang rasanya masih kurang, tapi kalau bukan sekarang, kapan lagi? 

Tidak mudah untuk berada hingga hari ini, butuh kesabaran, keinginan sama-sama mau belajar dan berkembang, usaha, juga waktu yang buat aku dan aldo seringkali susah bertemu karena kesibukan masing-masing. 

Kesepakatan kami di awal untuk tetap mempertahankan pekerjaan utama kami adalah hal yang sangat wajar dan menjadi sebuah dasar untuk tetap berkembang bersama tanpa harus melepaskan pekerjaan utama. Membuat waktu yang tersisa adalah weekend dan after office hours. Capek? tentu ada. Tapi rasanya lelah itupun tergantikan dengan respon baik dari orang sekitar, hasil yang kami capai dengan konten-konten bermanfaat dan berkualitas. 

Banyak hal yang mungkin aku dan Aldo sama-sama tidak paham dan belum ahli dalam melakukannya, tapi kita sama-sama belajar. Karena Travelas bukan hanya sekedar bisnis yang kami kerjakan bersama. 

Travelas adalah mimpi, hasil kerja keras, dan hasil diskusi panjang. 


Well, i think this  is enough now. 

Tungguin Cerita Travelas Chapter selanjutnya yaa! 

p.s Jangan lupa follow @travelas.id di Instagram!



Love, Lala

Comments