Cuti di Potong, Terus Kapan Liburannya?


Tahun 2021 adalah tahun yang di damba-dambakan banyak hal oleh banyak orang. Keadaan yang jauh lebih baik, hari libur yang bertambah, dan tentunya bisa jalan-jalan. 

Namu baru-baru ini, pemerintah mengeluarkan aturan pengurangan cuti bersama pada tahun 2021. Tidak adanya libur pada hari kejepit di bulan Maret, berkurang banyaknya libur lebaran, hingga minimnya libur akhir tahun. Sepertinya angan-angan untuk bisa beristirahat dari tumpukan pekerjaan dan tanggungan tidak kunjung mendekat di tahun 2021 ini. 

Menurutku, cuti bersama yang diberikan pemerintah tidak melulu digunakan oleh orang-orang untuk berlibur atau bepergian keluar kota. Banyak yang menggunakan cuti bersama tersebut sekedar untuk menikmati hari libur di rumah, menonton film-film yang belum sempat di tonton, atau hanya sekedar olahraga di komplek sekitar. Banyak aktivitas-aktivitas yang tentunya bisa dilakukan untuk orang-orang yang mendapatkan cuti dan melupakan kegiatan sehari-hari atau pekerjaan yang menjadi tanggungannya. 

Sayangnya, dibandingkan untuk memperketat aturan perjalanan wisata atau melakukan social distancing, pemerintah lebih memilih untuk mengurangi jatah cuti bersama bagi para karyawan atau pekerja di Indonesia. Iya memang, menekan angka peerjalanan wisata dan menekan penyebab penyebaran virus COVID-19, tapi tentunya meningkatkan kadar stres dari sebagian besar orang yang benar-benar menggantungkan liburnya pada cuti bersama atau tanggal merah. 

Sepertinya, sekedar berjalan-jalan didalam kota saja sudah susah. Apalagi untuk bepergian keluar kota atau keluar negeri. Liburan yang ada terasa sangat sempit dan menyesakkan di 2021 ini. 


Well, semangat ya para pencari cuan dan keuntungan! 

Libur atau tidak, cuti bersama atau tidak, semoga kita semua tetap dalam keadaan sehat dan bahagia tentunya. 

Karena kalau bukan kita yang bikin bahagia diri sendiri, siapa lagi? 

Pemerintah tidak peduli sih soalnya, hehehe 


xx, Lala 

peace out 

Comments