Gimana sih rasanya ikut Open Trip?


Sebagai orang yang suka traveling, pasti sering mendengar bahasa Open Trip. Sebagian besar orang mungkin juga sudah paham arti dari Open Trip itu sendiri. Open Trip adalah jenis tipe trip yang dilakukan secara bersamaan dengan berbagai orang ke destinasi yang sama yang telah ditentukan fasilitas dan itinerary nya oleh pihak penyelenggara atau travel. 

Sudah beberapa kali mengikuti Open Trip, rasanya membagikan pendapatku soal ikut open trip ini bisa membantu beberapa orang yang masih ragu-ragu untuk ikut open trip.  Jadi, kalau kamu belum pernah ikut Open Trip dan mau mengikuti Open Trip, then this one is for you!

Lakukan Riset Mendalam 

Sebagai orang yang sangat planner dalam hal traveling, penting banget buat melakukan riset mendalam terhadap semua aspek di dalam trip yang akan diikutin. Apa aja kira-kira yang bisa membantu checklist dalam riset?

1. Berapa banyak orang yang ikut dalam satu trip?

2. Berapa rentang usia peserta trip?

3. Detail itinerary 

4. Pastikan berapa banyak guide maupun Tour Leader atau staff yang bersama kita di trip

5. Apakah ada dokumentasi untuk peserta dari trip? 

Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang perlu dipastikan dalam melakukan riset terhadap tour operator atau travel yang akan kita gunakan. Selain include-exclude, kita juga perlu memastikan kelengkapan sah atau tidaknya perusahaan travel tersebut. Jangan sampai kita tertipu ya! 

Kemudian, aku biasanya akan memastikan riset dengan cek testimoni, bukan hanya yang di highlight oleh travel, tapi benar-benar menghubungi atau cek ke customer lama nya mereka yang juga memberikan testimoni. Bisa dibilang, lumayan banyak stalking dari pengalaman-pengalaman peserta trip sebelumnya itu membantu banget. Bisa memberikan gambaran lebih luas soal trip, service yang diberikan, sampai lokasi dan keadaan di sana. 


Buat list pertanyaan buat travel 


Memang sih, terkesan bawel banget dan banyak nanya kaya orang gak pernah jalan-jalan. Tapi yang harus sama-sama dipahami adalah, ini trip yang kamu bayar sendiri. Ini trip yang kamu inginkan, tentunya pengen jalan-jalan terasa menyenangkan, aman, dan gak menyebalkan. 

Setelah melakukan riset, pasti akan muncul berbagai pertanyaan soal trip nya. Mulai dari jam penjemputan, teknis, free time, sampai mungkin hal-hal sesimpel tempat beli oleh-oleh di mana. Percayalah, itu hak kamu buat bertanya secara detail dan lengkap kepada pihak trip. 

Kalau mereka malah malas membalas pertanyaan-pertanyaan tersebut atau marah karena kita terlalu bawel, kayanya kamu mending ganti trip aja. Menjadi orang yang kritis dan memahami betul apa yang akan dibelinya sangatlah penting kalau kamu mau ikut open trip. Jadi eskpektasi dan harapan kamu bertemu dengan realita lapangan nanti saat traveling.  

But then again, sebelum bertanya dengan banyak a.k.a bawel, pastikan kamu juga sudah memahami Terms and Condition yang diberika travel. Pastikan juga kamu udah baca FaQ (Frequently Asked Question) yang mereka berikan kalau ada. Jadi kamu juga udah terinformasi dengan baik dan benar sebelum bertanya. 


Siap dengan segala hal yang akan terjadi di lapangan

Sudah riset sebanyak apapun, bertanya se-detail apapun, pasti akan ada aja yang berbeda di lapangan dan mungkin tidak sesuai ekspektasi. Ini serunya ikut Open Trip dibandingkan menyewa travel all to yourself atau Private Trip. Kamu akan menemukan kejutan-kejutan yang baru kamu rasakan setelah ikutan Open Trip. Seru-seru serem sih emang, hahaha 

Tapi setidaknya, dengan lower your expectations, siap dengan segala kemungkinan, kamu bisa gak kaget-kaget amat dengan keadaan lapangan. 

Contoh gampangnya? 

Saat aku ikut Open Trip ke Labuan Bajo Mei 2021 lalu, aku sudah memperkirakan kegiatan yang akan dilakukan selama trip dan mempersiapkan baju yang akan aku gunakan se-detail mungkin. Namun ternyata, banyak sekali aktivitas snorkling dan diving saat sailing. Jadi mau gak mau, baju renangku aku gunakan lebih dari sekali walau masih basah. 

Atau saat kemarin di Turki, aku memperkirakan musim dingin sudah mulai mereda karena aku kira Maret seharusnya sudah membaik dan menjelang Spring. Tapi ternyata tidak, saat di Istanbul salju sedang badai menyebabkan aku harus melapisi badan dengan sweater dan long john lebih. Sepatu yang aku kira akan kuat menahan salju, malah ternyata menyusahkan jalanku selama di Istanbul dan Bursa. Air putih yang ternyata beku dan dingin semua, jadi lumayan susah mencari minum hangat kecuali beli selama perjalanan. 

Terlihat simpel, tapi ternyata berefek ke banyak hal. Fasilitas dan keadaan di lapangan membuat kita harus memutar kepala menyelesaikan problematika yang ada. Harus berusaha mencari solusi buat diri sendiri saat trip atau travel agent tidak memberikan solusi tersebut. 

Karena kembali lagi, ikut Open Trip itu adalah trip bersama, bukan  hanya kamu pesertanya. Jadi pasti fokusnya adalah general bukan personal


Terus, gimana sih suka, duka, dan rasanya ikut Open Trip?

Lalu kembali ke pertanyaan di judul tulisan ini. Gimana sih rasanya ikut Open Trip? 

Coba kita breakdown dari suka dan dukanya ya.  


Hal yang paling aku sukai dari ikut Open Trip adalah ketemu orang baru dengan berbagai latar belakang. Perbedaan asal daerah, perbedaan cara bicara, perbedaan bidang kerja, latar pendidikan, dan lain sebagainya. Sejauh ini, bersyukur sekali tiap kali ikut Open Trip selalu bertemu dengan teman-teman baru dan kenalan yang asik-asik selama traveling. Punya temen traveling yang asik tentunya akan sangat-sangat mempengaruhi seru apa engganya trip, jadi choose your traveling partner wisely! 

Next, sukanya ikut Open Trip adalah, kamu udah bisa terima jadi semua hal. Gak perlu pusing mikirin penginapan di mana, harga paling murah, tiket destinasi wisata, dan lain sebagainya. Pokoknya, aman. Semua udah di atur sama operatornya. Enaknya lagi, kadang dikasih bonus fotografer, jadi gak perlu bingung soal dokumentasi dan takut kehilangan momen. Kamu juga gak perlu lagi mikirin itinerary ke masing-masing tempat dan buat itinerary nya karena semua udah dikerjain sama trip planner. Intinya, terima jadi dengan enak. 

Tapi tentu aja ada gak enaknya atau dukanya. Satu hal yang perlu di notes, gak berlaku untuk semua trip atau perjalanan. Emang sifatnya untung-untungan. 

Pertama, jadwal yang memang tidak bisa fleksibel. Kita harus mengikuti itinerary yang ada. Gak bisa tiba-tiba berubah atau semaunya sendiri, karena ada SOP dan aturan yang harus kita ikutin. Kemarin pas ke Turki, rasanya banyak banget kegiatan dan tempat yang masih perlu aku datengin dan explore, tapi waktu bener-bener terbatas. Belum lagi tiap dateng ke tempat wisata, dikasih batas waktu yang terkesan buru-buru. 

Hal yang paling bikin sedih adalah cocok-cocokan makanan. Kalo traveling di Indonesia makanan masih terbilang aman sih, karena lidah seluruh orang Indonesia gak akan beda-beda jauh. Kita semua sepakat kalo nasi padang enak. Tapi kalo traveling di luar negeri, jelas beda cerita. Kita akan ikut aja sama makanan yang udah disediakan travel agent nya dan gak bisa milih walaupun kita gak doyan-doyan banget. Kecuali, mau keluar duit lagi buat makanan lainnya. 

Satu hal terakhir, sering aku denger dari teman-temanku yang udah sering juga ikut Open Trip. Adanya troublemaker di trip. Dimana satu orang ini bener-bener ganggu dan bikin gak nyaman trip. Lagi-lagi, keuntungan kita emang diandalkan banget. 

Private trip atau Open Trip dua-duanya memberikan cerita seru buat perjalanan kita. Dua-duanya harus dicoba. Gak perlu takut untuk cobain ikut Open Trip karena ketemu strangers, justru mayoritas orang yang aku temui di Open Trip itu ya traveling karena mereka nyari suasana dan temen baru, terbuka untuk kenalan. Gak akan nyesel kok! 

Sebagai penutup tulisan ini, be true to yourself, stay humble selama traveling. Jadilah pendengar yang menyenangkan, karena akan banyak cerita yang kamu dapetin selama traveling sama orang-orang baru. 


Jadi gimana, udah yakin kan buat ikut Open Trip? 

See ya! 

Comments